Identifikasi Zat Aktif Dalam Ekstrak Tanaman, Tes Anti Jamur dan Anti Serangga

Authors

  • Ari Swastikawati

DOI:

https://doi.org/10.33374/jurnalkonservasicagarbudaya.v7i1.103

Abstract

Indonesia memiliki beraneka ragam warisan budaya, baik dalam bentuk tangible maupun intangible. Salah satu bentuk warisan budaya intangible adalah metode konservasi tradisional. Beberapa metode konservasi tradisional tersebut antara lain penggunaan akar wangi, ratus sebagai bahan fumigant alami dan lain-lain. Metode konservasi tradisional tersebut masih berupa pengetahuan yang bersifat pre-scientific knowledge. Menjadi tugas dan tanggung jawab ahli konservasi untuk mengubahnya menjadi scientific knowledge melalui serangkaian penelitian ilmiah di laboratorium. Pada penelitian dalam pemagangan di laboratorium konservasi NRICH, Korea telah dilakukan identifkasi zat aktif yang terdapat dalam akar wangi. Tujuan khusus penelitian ini adalah menyusun prosedur pengambilan zat aktif dalam akar wangi, mengidentifkasinya, dan mengetes kemampuan ekstrak akar wangi, daun cengkeh dan ratus sebagai anti jamur dan anti serangga. Analisis laboratorium yang dilaksanakan meliputi identifkasi zat aktif akar wangi (karena keterbatasan waktu identifkasi zat aktif dari cengkeh dan ratus tidak dapat dilaksanakan). Sedangkan eksperimen yang dilaksanakan meliputi tes anti jamur dan anti serangga pada ekstrak akar wangi, daun cengkeh dan ratus. Prosedur dalam identifkasi zat aktif akar wangi terdiri dari ektraksi, penyaringan atau filtrasi, pengumpulan, pemisahan, analisis kromatografi dan nuclear magnetic resonance. Hasil penelitian belum dapat mengidentifkasi zat aktif dalam akar wangi karena keterbatasan waktu sehingga analisis menggunakan nuclear magnetic resonance tidak dapat dilaksanakan. Hasil tes anti jamur dan anti serangga menunjukan esktrak daun cengkeh memberikan hasil terbaik dalam tes anti-jamur dan anti-serangga diikuti oleh ekstrak ratus kemudian ekstrak akar wangi.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2017-06-02

Most read articles by the same author(s)