Kajian Penataan Tanaman Kawasan Borobudur

  • hari Setiawan Balai Konservasi Borobudur
  • Bambang Kasatriyanto
Keywords: relief cerita, Jawa Kuna, Candi Borobudur, Candi Mendut, tanaman, Kawasan Borobudur

Abstract

Relief cerita pada Candi Borobudur dan Candi Mendut merupakan gambaran lingkungan Jawa Kuna abad VIII – X M. Komponen lingkungan yang digambarkan pada panil relief dan menarik untuk di kaji, salahsatunya adalah penggambaran tanaman pada relief. Tanaman merupakan salah satu elemen penting untuk menunjang kehidupan manusia pada masa lalu khususnya pada masa perkembangan Hindhu/ Buddha periode Jawa Tengah. Indentifikasi tanaman dapat dilakukan dengan pengamatan langsung. Setelah tanaman dapat diidentifikasi jenisnya maka konteks pengambaran tanaman berperan penting dalam menentukan kondisi lingkungan dimana tanaman tersebut tumbuh. Apabila di tarik pada masa kini, maka indentifikasi tanaman dan klasifikasi konteks penggambaran tanaman dapat bermanfaat dalam pelestarian lansekap budaya Kawasan Strategis Nasional Borobudur. 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Atmadi, Parmono. 1979. “Beberapa Patokan Perancangan Bangunan Candi. Desertasi”. Magelang: Pelita Borobudur, Seri C, No. 2.

Balai Konservasi Peninggalan Borobudur. 1991. “Data Ukuran Candi Borobudur”. Magelang: Balai Konservasi Peninggalan Borobudur.

Brink, van de. 1931. Welke Planten Vindt Men Op De Boroboedoer Afgebeeld dalam De Tropische Natuur. Buitenzorg

Casparis, J.G. de. 1950. “Prasasti Indonesia I”. Bandung: A.C. Nix & Co.

Cammerloher. 1931. Wat De Boroboedoer Den Natuurronderzoeker Leert dalam Jurnal De Tropische Natuur. Buitenzorg : Van Imhoiiweg.

Darmosoetopo, Roboet. 2003. “Sima dan Bangunan Keagamaan Di Jawa Abad IX-X M”. Jogjakarta: Prana Pena.

Jones. Antoinette M. Barrett 1984. “Early Tenth Century Java From The Inscription (A Study Of Economic, Social, And Administrative Conditions In The First Quarter Of The Century)”. U. S. A: Dordrecht-Holland/ Cinnaminson.

Kartodirdjo, Sartono dan Djoko Suryo 1991. “Sejarah Perkebunan Di Indonesia”. Kajian Sosial Ekonomi. Yogyakarta: Aditya Media.

Kempers, A.J. Bernet dan Soekmono, 1974, Candi Mendut, Pawon, dan Borobudur, Ganaco NV, Bandung-Jakarta.

Kendahjaya, Hudaya. 1995. The Master Key for Reading Borobudur Simbolism. Bandung: Karaniya.

Krom, N.J. 1927. Barabudur, Archaeological Description. Vol I. The Hague: Martinus Nijhoff

Kusen 1984-1985. “Kreativitas dan Kemandirian Seniman Jawa Dalam Mengolah Pengaruh Budaya Asing (Studi Kasus Tentang Gaya Seni Relief Candi di Jawa Abad IX-XVI)”. Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara (Javanologi) Dirjen Kebudayaan. Yogyakarta: Depdikbud.

Miksik, John. 1990. Borobudur Golden Tales Of The Buddhas. Berkeley – Singapore: Periplus.

Munandar, Agus Aris, 1995, “Arsitektur Candi-candi di Jawa Timur: Sebuah Pembahasan Ringkas”, dalam Kirana: Persembahan untuk Prof.Dr.Haryati Soebadio. Jakarta: Fakultas Sastra Universitas Indonesia & Intermasa.

Mundardjito, 2002. “Pertimbangan Ekologis Penempatan Situs Masa Hindhu-Buddha Di Daerah Yogyakarta”. Jakarta: Wedatama Widya Sastra dan Ecole Francaise d’Extreme-Orient.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.2008. Metode Penelitian Arkeologi. Jakarta: Puslibang Arkenas.

Sarkar, Himansu Bhusan 1971. “Corpus Of The Inscription Of Java (Corpus Inscriptionum Javanicarum)”. Vol. I. Calcuta: Firma K. L. Mukhopadhyay.
Setyawan, Hari. 2007. Potensi dan Pengelolaan Sumberdaya Flora Kawasan Prambanan (Studi Kasus Relief Cerita Candi Prambanan dan Sojiwan). Skripsi Sarjana: Jurusan Arkeologi UGM.

Soekmono, 1974. Candi, Fungsi, dan Pengertiannya (diss. UI). Jakarta: Universitas Indonesia

Steenis, C. G. G. J. van 2005. “Flora”. Cetakan Kesepuluh. Jakarta: PT. Pradnya Paramita.

Steinmann, A. 1934. De op de Boroboedoer Afgebeelde Plantenwereld dalam Tijdsschrift Voor Indische Taal-Land- En Volkenkunde. Koninklijk Bataviaasch Genootschap Van Kunsten.
Published
2019-12-26
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)