BIODIVERSITAS KAPANG PADA PROSES BIODETERIORASI BATUAN CANDI BOROBUDUR

Authors

  • Retna Munawati Universitas Negeri Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.33374/jurnalkonservasicagarbudaya.v15i2.264

Keywords:

Biodeteriorasi; Kapang; Batuan Candi Borobudur

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman kapang yang dapat menyebabkan biodeteriorasi pada batuan Candi Borobudur dan jenis kerusakan yang ditimbulkan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode purposive sampling, dengan kriteria sampel : batuan candi yang menampakkan spora atau miselium kapang, serta menampakkan kerak berwarna putih atau putih kekuningan. Metode pengambilan sampel dengan metode swab dan metode kerik. Inokulasi kapang menggunakan metode streak plate pada media CDA. Hasil penelitian berupa data kualitatif meliputi karakterisasi makroskopis dan mikroskopis. Hasil  karakterisasi  kemudian  diidentifikasi  dengan  metode profile matching  menggunakan  buku acuan  identifikasi  kapang. Berdasarkan hasil identifikasi, terdapat 5 genus kapang yang ditemukan pada batuan Candi Borobudur yaitu genus Paecilomyces (67,5%), Cladosporium (11,25%), Penicillium (11,25%), Aspergillus (8,75) dan Mucor (1,25%). Jenis biodeteriorasi yang terjadi pada batuan candi diantaranya adalah adanya perubahan warna pada permukaan batuan candi yang menampakkan kerak berwarna putih maupun putih kekuningan dan pembentukan biofilm.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Barnett, H. L & B. B. Hunter.(1998). Illustrated Genera of Imperfect Fungi Fourth edition. APS Press. The American Phytopathological Society USA.
Christopher, J. M. & Mitchell, R. (2005). Microbial deterioration of historic stone. The Ecological Society of America. 3(8): 445–451
Crystovel, Josua. (2016). Mikologi Tanaman: Penicillium, Paecilomyces Aspergillus. Universitas Padjadjaran Sumedang
David, E., Stephen, D., Helen, A., Rosemary, H dan Robyn, B. (2007). Descriptions Of Medical Fungi, Second edition. Australia : University Of Adelaide
Efa, R., Riza., Siti, K. (2014). Kapang pada tingkat kematangan gambut yang berbeda di kawasan Hutan Lindung Gunung Ambawang Kabupaten Kubu Raya : Jurnal Protobiont. 3 (3) : 10 – 16
Farooq, M., Mukhtiar, H., & Farzana, G. (2015). Mycobial deterioration of stone monuments of Dharmarajika, Taxila : Journal of Microbiology & Experimentation, 2.
Habibi, Moh. (2020). Organisme Pelapuk Cagar Budaya dan Aplikasi Minyak Atsiri. Diskusi Daring. Balai Konservasi Borobudur.
Harbowo, D. G. (2011). Proses Pembentukan Biopatina Pada Batuan. Jurnal Konservasi Cagar Budaya. 5(5):20-24. https://doi.org/10.33374/jurnalkonservasicagarbudaya.v5i1.84
Herlinawati, C. (2014). Upaya UNESCO dalam Pelestarian Candi Borobudur sebagai Situs Warisan Dunia Pasca Erupsi Gunung Merapi Tahun 2010. Ejournal Ilmu Hubungan Internasional, 2 (1), pp.171-182
Indrawati, G., Robert, A. S., Karin Van, D. T., Ariyanti, O., Iman, S. (1999). Pengenalan Kapang Tropik Umum. DKI jakarta : Yayasan Obot Indonesia
Leliek, A. H., Rony, M. & Al. Widyo, P. (2014). Karakteristik Batu Penyusun Candi Borobudur : Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur. Balai Konservasi Borobudur, 8 (1), 38-47. https://doi.org/10.33374/jurnalkonservasicagarbudaya.v8i1.123
Parisa, M & Nasim, M, B. (2014). Isolation and molecular identification of deteriorating fungi from Cyrus the Great tomb stones : Iranian Journal of Microbiology, 6 (5), 361-370.
Nabiilah, A.F & Dina, A.S.P (2016). Isolasi Jamur dari Batuan Penutup Drainase Pada Sisi Selatan Lantai II Bidang H Candi Borobudur. Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur, 10 (2), 40-44
Riadi, Imam. (2020). Deteksi dan Identifikasi Kapang pada Proses Biodetertiorasi Arsip Foto Memory of The World (MOW) Restorasi Candi Borobudur. Tugas Akhir Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta
Sanjay, P.G & Kavita, S. (2011). Biodeterioration And Preservation Of Sita Devi Temple, Deorbija, Chhattisgarh, India. International Journal Of Conservation Science, 2, 89 – 94.
Siregar, I. M. (2011). Identifikasi kerusakan dan Pelapukan Batuan. Makalah; disajikan dalam Pelatihan Tenaga Teknis Konservasi Tingkat Menengah. Balai Konservasi Borobudur. Magelang, 25 Juli - 13 Agustus 2011.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung : Alfabeta Bandung
Suhartono, Y., Winda, D, P & Panggah, A. (2018). 10 Tahun Pelestarian Candi Borobudur. Magelang : Balai Konservasi Borobudur
Tikam, C.D & Swaranjit, S. C.(2012). Microbially induced deterioration of architectural heritages: routes and mechanisms involved. Dakal and Cameotra Environmental Sciences Europe, 24 (36), 1-13
UNESCO Office Jakarta. (2013). Melestarikan Candi Borobudur untuk Masa Depan. Jakarta: UNESCO Office Jakarta
Yanuardi, M, H. (2009). Penyebab Kerusakan Dan pelapukan Beserta Penanganannya: Studi Atas Faktor Biotik dan Abiotik di Candi Borobudur. Jurnal Sejarah Lontar, 6 (2)

Downloads

Published

2021-12-31