Preservasi Sisa Manusia dari All Saints Church Fishergate York, Inggris

Authors

  • Dyah Prastiningtyas

DOI:

https://doi.org/10.33374/jurnalkonservasicagarbudaya.v6i1.98

Keywords:

Situs All Saints Church Fishergate York, preservasi, sisa manusia, tafonomi

Abstract

Situs yang merupakan bekas gereja All Saints yang terletak di area Fishergate (York) ini dapat menjadi contoh situs yang memberikan informasi mengenai tingkat preservasi sisa manusia di wilayah Inggris. Ekskavasi tahun 2007-2008 berhasil menemukan ratusan individu yang digunakan dalam penelitian ini, dibantu dengan metode metode yang berkaitan dengan statistik untuk mengetahui frekuensi dan indeks preservasi anatomis dari masing-masing individu. Metode-metode ini diharapkan dapat memberinformasi mengenai tingkat representasi dan preservasi elemen rangka serta mendapatkan informasi bagaimana faktor lokasi, periode penguburan, dan kategori usia serta jenis kelamin dapat mempengaruhi tingkat preservasi tersebut. Tingkat preservasi sisa manusia berkaitan erat dengan faktor-faktor seperti lokasi penguburan, kedalaman penguburan, dan juga usia mati individu yang bersangkutan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tulang-tulang panjang seperti tibia dan fibula memiliki tingkat preservasi yang tinggi yang dibutuhkan untuk bertahan dari gejalagejala tafonomi yang terjadi setelah penguburan. Kondisi ini dapat terjadi pada tulang yang berstruktur kuat dan berukuran besar, jika dibandingkan dengan tulang-tulang seperti tulang pergelangan tangan dan kaki, tulang-tulang jari, dan hyoid yang berukuran kecil. Analisis juga menunjukkan bahwa individu yang dikuburkan di areal dalam gereja memiliki tingkat preservasi yang lebih baik jika dibandingkan dengan individu yang dikuburkan di areal luar gereja. Individu-individu pada sampel yang berasal dari periode Romano-British menunjukkan tingkat preservasi yang lebih tinggi. Hal ini berkaitan dengan kedalaman letak kubur dari permukaan tanah. Sementara itu, perbandingan antara usia mati antara individu-individu sampel menunjukkan bahwa sisa individu berusia dewasa terpreservasi lebih baik jika dibandingkan dengan sisa individu yang berusia kanak-kanak. Penelitian mengenai tafonomi sisa manusia ini hanyalah bersifat penelitian tahap awal, sehingga ada baiknya dilakukan penelitian lebih lanjut.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2012-12-02